25/04/16

Menguak Kembali Sejarah Panjang Game PES

Menguak Kembali Sejarah Panjang Game PES | Dokak
Menguak Kembali Sejarah Panjang Game PES - Kalau kita membahas dunia game nampaknya bakalan jadi panjang, mengapa? karena kita tahu game adalah salah satu kegiatan yang hampir 80% orang menyukainya dan juga 100% populasi orang di dunia harus mengisi sela-sela jam kosong mereka untuk memainkan sebuah game agar bisa membantu seseorang agar bisa mendapatkan suasana yang rilex dan juga kesenangan agar bisa terhindar dari stres. Nah dari semua game yang ada saya akan membahas salah satu game yang masih mendunia sampai saat ini, game tersebut adalah PES atau pada pertama kali di rilis bernama "Winning Eleven".

Winning eleven atau pada jaman sekarang di sebut dengan nama PES adalah salah satu game yang mengusung thema sport, lebih spesifiknya adalah sepak bola. Pada negara eropa sendiri game ini sempat menggeser dominasi dari game FIFA di Indonesia dan juga beberapa belahan negara lainnya. Serial ini pertama kali di buat berkat arahan dari seseorang yang bernama Shingo 'Seabass' Takatsuka yang sekarang di kenal sebagai bapak dari Winning Eleven.
Baca juga : Bagaimana Rasanya Bermain Game Dota 2 Menggunakan Fitur VR Game
Shingo Takatsuka sendiri adalah seorang yang mengangkat derajat game sepak bola yang di awal karirnya di mulai dari umur 26 tahun ketika dia di berikan projek J-League Winning Eleven pada tahun 1994. Pada waktu itu Jepang sedang mencalonkan diri sebagai tuan rumah dari piala dunia 2002 dan J-league sendiri mempromosikannya secara besar-besaran.

Nampaknya mereka mendapatkan momen yang pas untuk merilis salah satu game sport, tetapi pada kenyataannya mereka masih kesulitan dalam membujuk masyarakat Jepang yang notabene masih menyukai game Baseball, golf, dan juga sumo. Ajang dari J-league hanya menarik karena iming-imingan prestise internasional dan juga menarik karena huru-haranya. Parahnya lagi orang-orang Jepang benar-benar buta dalam permainan bola, perbedaan antara tandangan pojok sama tendangan gawang saja mereka masih bingung.

Tetapi langkah yang di tempuh Konami Computer Entertainment Tokyo yang menularkan permainan game bola masih di lanjutkan. Shingo yang sudah bekerja di perusahaan tersebut selama tiga tahun sebelumnya pada bagian produksi dan juga perencanaan dari game mendapatkan bagian sebagai penanggung jawab untuk menjadi Planner, programer, dan juga sebagai produser serial game tersebut.
Baca juga : Kini Penyandang Tunanetra Bisa Menggunakan Facebook Sendiri
Pada tahun 1996 Shingo dan juga teamnya mengeluarkan game World Soccer Winning Eleven pertama yang sekaligus menerobos pasar internasional. Pada saat itu sudah banyak jajaran judul game bola yang sudah melenggang di pasaran. Pertama yang mereka tempuh adalah menarik minat pemain dari kalangan lokal, mereka di sana berjibaku untuk memancing minat warga Jepang unutk mau bermain game bola tersebut, sedangkan untuk luar negaranya mereka masih menjadi pemain baru yang berlabel underdog yang masih belum di ketahui oleh siapapun.

Di lansir dari salah satu halaman web, Shingo pernah menuliskan sebuah tulisan yang termat mencolok yang berbunyi " Secara progresif dan konsisten terus akan merilis skuel-skuel yang semakin meningkatkan penjualan mereka", yang salah satunya di lakukan dengan perilisan WE 3 World cup France 98 pada tahun 1998 di bulan mei yang bertepatan dengan piala dunia. Momen yang pas tersebut di manfaatkan oleh pihak Konami untuk mengenalkan game mereka ke publik. Ada ha; yang mencengangkan juga, ternyata game WE tersebut di mentori juga oleh FIFA. Entah apa alasan mereka tapi berkat itu semua kita sekarang mengenal bagaimana nikmatnya bermain game bola bersama.

Sekian dulu tulisan tentang Menguak Kembali Sejarah Panjang Game PES, Semoga bermanfaat dan juga mengingatkan kita tentang sejarah PES itu sendiri :D

Menguak Kembali Sejarah Panjang Game PES Rating: 4.5 Diposkan Oleh: De Fredi

0 komentar:

Posting Komentar

PEDOMAN KOMENTAR :
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar, membuat komentar berbentuk spam.